Tindak Lanjut Pertemuan Advokasi Korban Tragedi Mei 98 Bersama WaGub DKI Jakarta

23 October 2017 | Reporter - Komnas Perempuan
Deskripi foto

Komnas Perempuan bersama dengan komunitas korban dan para pendamping kembali menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota (26/05/2016). Komnas Perempuan melalui Indriyati Suparno, Komisioner Komnas Perempuan menghantarkan pada diskusi tindak lanjut pernyataan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, pada Peringatan 18 Tahun Tragedi Mei ‘98 di Makam Massal Korban Tragedi Mei ‘98, TPU Pondok Ranggon. “Hal-hal yang bapak sampaikan saat pidato penutupan Peringatan Mei 98, yaitu tawaran pertemuan untuk menindaklanjuti kebutuhan korban terkait pembebasan biaya makam, pendataan korban untuk jaminan sosial dan kesehatan, hari ini adalah ruangnya untuk mendiskusikan hal ini. Komunitas korban Klender dan pendamping akan mempresentasikan data-data yang mereka kumpulkan,” katanya.

Komunitas korban yang diwakili oleh Ibu-Ibu Klender dan pendamping korban memaparkan setidaknya ada tiga makam yang belum bebas retribusi dan pajak. Diantaranya makam yang berada di TPU Pondok Kelapa dan TPU Penggilingan. Selain itu, komunitas korban juga memiliki koperasi dengan modal usaha dari para korban sendiri. “Disini Pemda DKI Jakarta bisa membantu koperasi komunitas korban juga,” kata Rini, pendamping korban ELSAM. Data korban dan makam hanya teridentifikasi pada komunitas korban yang terorganisir dan solid yaitu komunitas korban klender. Untuk jaminan sosial dan kesehatan perlu ada pendataan kembali oleh pendamping korban.

Dalam responnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, “Kami akan membantu korban dengan kebijakan yang mendidik dan membangun, artinya jika memang korban membutuhkan kami akan bantu karena itu tanggung jawab kami sebagai pemerintah. Terutama untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) ditujukan untuk warga Jakarta terutama korban yang tidak mampu, silakan didata kembali untuk para korban yang belum mendapatkan kartu tersebut. Dan saat ini lebih baik kita fokus pada merawat Prasasti Mei’ 98 dan makam korban yang berada Pondok Ranggon juga diluar TPU Pondok Ranggon,” tambahnya.

Share

Berita Terkait