Mekanisme Pemilihan Anggota Komisi Paripurna Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)1

02 April 2019 | Reporter - Komnas Perempuan
Deskripi foto

Mekanisme Pemilihan Anggota Komisi Paripurna
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
(Komnas Perempuan)1

Pemilihan akan dilakukan dalam 4 tahap, yang terdiri dari :

  I. Tahap Persiapan
 II. Tahap Penjaringan Bakal Calon
III. Tahap Seleksi Bakal Calon menjadi Calon
IV. Tahap Pemilihan

Tahap Persiapan dilakukan oleh Tim Adhoc Persiapan Pemilihan, Tahap Penjaringan dan Seleksi dilakukan oleh Panitia Seleksi, dan Tahap Pemilihan dilakukan oleh Anggota Komisi Paripurna.

Anggota Komisi Paripurna yang akan dipilih berjumlah 15 (lima belas) orang, dengan ketentuan maksimal 30% diantaranya berasal periode kepemimpinan sebelumnya.

I. Tahap Persiapan
I.1 Pembentukan Tim Adhoc Persiapan Pemilihan
I.1.1 Tim Adhoc Persiapan Pemilihan dipilih dan ditetapkan oleh Sidang Komisi Paripurna
I.1.2 Tim Adhoc berjumlah 3 (tiga) orang, berasal dari Anggota Komisi Paripurna yang tidak memiliki hak atau tidak menggunakan haknya untuk dipilih kembali
I.1.3 Salah satunya  anggota Tim Adhoc berasal dari unsur pimpinan.

I.2 Pembentukan Panitia Seleksi
I.2.1 Panitia Seleksi dipilih dipilih dan ditetapkan oleh Sidang Komisi Paripurna
I.2.2 Panitia Seleksi berjumlah 5 (lima) orang, yang terdiri dari Pegiat HAM, Komisioner Purnabakti Komnas Perempuan, Pendamping Korban/Komunitas Korban Kekerasan terhadap Perempuan, Awak Media dan Akademisi
I.2.3 Panitia Seleksi didukung oleh 1 (satu) orang staf yang dipilih dan ditetapkan oleh Rapat Panitia Seleksi  
I.2.4 Calon Panitia Seleksi direkomendasikan oleh publik dan Badan Pekerja Komnas Perempuan melalui mekanisme yang ditetapkan untuk itu
I.2.5 Tata Kerja Panitia Seleksi ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Panitia Seleksi

II. Tahap Penjaringan Bakal Calon
II.1 Penjaringan Bakal Calon dilakukan oleh Panitia Seleksi, paling lambat 2 (dua) bulan setelah Panitia Seleksi terbentuk
II.2 Informasi penjaringan Bakal Calon disebarkan melalui Website dan Media Sosial Komnas Perempuan, dan juga melalui media komunikasi mitra-mitra strategis dan relevan
II.3 Untuk memastikan terjaringnya Bakal Calon dari wilayah atau isu tertentu2, Panitia Seleksi dapat melakukan langkah-langkah afirmasi yang tidak bertentangan dengan prinsip pemilihan, dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran Komnas Perempuan
II.4 Mekanisme penjaringan Bakal Calon ditentukan lebih lanjut dalam Keputusan Panitia Seleksi

III. Tahap Seleksi Bakal Calon menjadi Calon
III.1 Tahap Seleksi terdiri dari 1) Seleksi Administrasi; 2) Test Tertulis; 3) Uji Publik; 4) Psiko Test dan Wawancara
III.2 Mekanisme dan Tata Cara Pelaksanaan Seleksi pada setiap tahapannya akan ditentukan lebih lanjut dalam Keputusan Panitia Seleksi
III.3 Hanya nama-nama Calon yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi yang akan dipilih oleh Sidang Komisi Paripurna
III.4 Nama-nama Calon yang ditetapkan berjumlah 2 kali dari jumlah Calon yang akan dipilih, yang terdiri dari maksimal 10 nama Calon Petahana dan 20 nama Calon Non Petahana

IV. Tahap Pemilihan
IV.1 Pemilihan dilakukan oleh Anggota Komisi Paripurna yang tidak mencalonkan diri, melalui Sidang Komisi Paripurna.
IV.2 Pemilihan dilakukan  secara musyawarah. Jika musyawarah tidak tercapai, maka pemilihan dilakukan lewat pemungutan suara yang dilakukan secara tertutup
IV.3 Pemilihan dilakukan di hadapan Panitia Seleksi, Saksi-Saksi dan publik yang diundang khusus untuk itu
IV.4 Mekanisme Pemilihan
4.4.1 Pimpinan Komnas Perempuan membuka Sidang Paripurna dan meminta Anggota Komisi Paripurna yang mencalonkan diri dalam pemilihan, untuk meninggalkan ruang sidang;
4.4.2 Pimpinan membacakan Daftar Nama Calon yang direkomendasikan oleh Panitia Seleksi.
4.4.3 Pimpinan Sidang menanyakan kepada Peserta Sidang apakah rangking tertinggi dari Calon Petahana dan Calon Non Petahana yang direkomendasikan oleh Panitia Seleksi dapat disepakati untuk disahkan sebagai Anggota Komisi Paripurna Periode 2020-2024
4.4.4 Jika peserta sidang bersepakat, maka 15 (lima belas) nama dengan rangking tertinggi sebagaimana dimaksud pada point 4.4.3 di atas ditetapkan sebagai Anggota Komisi Paripurna Periode 2020-2024. Namun jika peserta sidang TIDAK bersepakat, maka proses pemilihan  dilanjutkan dengan Pemungutan Suara
4.4.5 Pimpinan Sidang akan menskors sidang untuk pemungutan suara, dan meminta Panitia Seleksi untuk memimpin proses pemungutan suara
4.4.6 Tatacara Pemungutan Suara ditetapkan secara tersendiri dalam Keputusan Panitia Seleksi
4.4.7 Hasil pemungutan suara dituangkan dalam Keputusan Sidang Komisi Paripurna

 

  1. Ditetapkan dalam Sidang Komisi Paripurna II tanggal 12-13 Februari 2019
  2. Yang dimaksud Wilayah Tertentu adalah, wilayah yang sedang berkonflik atau wilayah dengan intensitas kekerasan/pelanggaran HAM terhadap perempuan tinggi. Sedangkan yang dimaksud Isu Tertentu adalah, isu prioritas yang dimandatkan oleh Renstra Komnas Perempuan;

Link unduh dokumen : https://drive.google.com/file/d/16h7Nyk0PLOD0MQEJxmngVRNxkJr-GDlW/view?usp=sharing

 

 

 

 

Share

Berita Terkait