KEKERASAN DALAM PACARAN

21 October 2017 | Reporter - Komnas Perempuan
Deskripi foto

KEKERASAN DALAM PACARAN

KDP atau Kekerasan dalam pacaran merupakan kekerasan terbanyak kedua setelah kekerasan terhadap istri dalam ranah KDRT dan Relasi Personal. Kekerasan dalam pacaran adalah ditemukannya pola perilaku yang tidak menyenangkan, kasar dan digunakan untuk mengerahkan kekuasaan dan kontrol atas pasangan.

Berikut data KDP pada tahun 2012-2015 data komnas Perempuan dan Catatan Tahunan Komnas Perempuan

Data

2012

2013

2014

2015

Pengaduan KP

60

157

93

105

Catatan Tahunan1

1.085

2.507

1.784

2.734



Bentuk kekerasan yang dialami korban berlapis, kekerasan fisik yaitu dengan dipukul, didorong, digigit, dicekik, ditendang. Sedangkan kekerasan psikologis yaitu dengn cara mengancam, menghina, merendahkan, mengintimidasi dan mengisolasi. Korban juga dikontrol dalam beraktifitas seperti dengan siapa bergaul, dengan siapa berbicara dan membatasi keterlibatan korban dengan orang lain dengan menggunakan kecemburuan untuk membenarkan tindakan pelaku.

Kekerasan seksual paling banyak dialami korban, pelaku melakukan ancaman untuk mendapatkan seks seperti ancaman akan menyebarluaskan melalui media social seperti foto bugil korban dan berulangkali memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual dan pemaksaan aborsi.

Perlindungan hukum bagi korban KDP belum terakomodir dalam peraturan perundangan-undangan. Korban yang mengalami kekerasan fisik terpaksa harus melaporkan kasusnya sebagai tindak pidana penganiyaan biasa. Demikian juga korban yang mengalami kekerasan dalam bentuk lain seperti kekerasan psikologis, seksual dan ekonomi harus mencari dasar hukum dari peratura perundang-undngan umum lainnya.

1 Catatan tahunan atau CATAHU Komnas Perempuan memaparkan gambaran umum tentang besaran dan bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan di Indonesia dan memaparkan tren kekerasan terhadap perempuan (KTP) yang terjadi selama satu tahun ke belakang. Data yang disajikan dalam CATAHU Komnas Perempuan adalah kompilasi data kasus riil yang ditangani oleh lembaga layanan bagi perempuan korban kekerasan, baik yang dikelola oleh Negara, termasuk di dalamnya lembaga penegak hukum, maupun atas inisiatif masyarakat.

Share

Berita Terkait